Sabtu, 24 November 2012

BATIK PEKALONGAN DAN BEBERAPA CIRI KHASNYA


Batik Pekalongan dan beberapa ciri khasnya

Batik pekalongan terkenal karena letaknya di pantai utara, menyebabkan motif dan desainnya banyak terpengaruh gaya batik pesisir. berikut beberapa gambaran motif motif menarik tersebut.
A. Batik Remukan
Motif batik terus berkembang. Batik dengan motif-motif baru, kadang dengan teknik pewarnaan yang melenceng dari pakem, dikenal dengan istilah batik kontemporer.
Di Pekalongan, kini dikenal istilah batik remukan. Disebut batik remukan, karena pada proses pewarnaan, kain diremes, atau diremuk. Hasilnya, terdapat garis-garis atau pecahan tak beraturan pada kain.
B.      Batik Jlamprang
Salah satu motif batik yang populer di Pekalongan adalah motif Jlamprang. Motif ini mengedepankan prinsip-prinsip grafis-geometris. Motif ini merupakan pengembangan dari motif kain Potola dari India. Motif ini mengadaptasi bentuk bintang atau arah mata angin yang ujung-ujungnya membentuk pola segi empat.
Sentra kerajinan batik Jlamprang berada di kampung Krapyak lor dan kidul, Pekalongan. Nama Jlamprang bahkan diabadikan menjadi nama sebuah jalan.

Pesona Warna Batik Pekalongan

Bicara tentang warna, batik Pekalongan juaranya. Batik Pekalongan memang terkenal luwes dan dinamis. Kombinasi warna-warna terang dalam satu kain memang menjadi ciri khas batik pesisir ini. Bahkan, dalam satu kain bisa saja terdapat perpaduan delapan macam warna.
Dengan warna-warna yang mencolok, batik Pekalongan disukai banyak kalangan, termasuk kaum muda.

Batik Nan Dinamis
Batik Pekalongan relatif lentur dalam mengikuti perkembangan zaman. Ketika Indonesia berada di bawah kekuasaan Jepang, lahirlah batik Jawa Hokokai dengan motif dan warna yang berkiblat pada kimono Jepang.
Peristiwa politik pun dijadikan kreasi motif batik. Peristiwa Tritura di tahun 60-an misalnya. Yang sempat booming pada tahun 2005 setelah pelantikan presiden SBY, adalah motif SBY, berupa corak yang mirip tenun ikat.

Sejarah Batik Pekalongan
Diperkirakan, batik sudah ada di Pekalongan pada tahun 1800. Namun, batik Pekalongan berkembang pesat pada rentang waktu 1825-1830 setelah perang Diponegoro berakhir.
Para keluarga keraton Mataram banyak yang migrasi ke daerah-daerah, salah satunya Pekalongan. Atas sumbangsih merekalah, batik Pekalongan semakin berkembang.
Pendatang dari berbagai negeri seperti Cina, Jepang, Belanda, Arab, dan India, juga mempengaruhi motif serta warna batik Pekalongan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar