Sabtu, 24 November 2012

BATIK LASEM

BATIK LASEM

Banyak orang mengenal kota Rembang sebagai kota kelahiran pahlawan wanita Indonesia yang sungguh fenomenal, RA. Kartini. Sekitar 12 Km di timur kota Rembang, terdapat sebuah kota yang terkenal sebagai penghasil batik, yaitu Lasem.
Dibanding batik dari Yogyakarta, Solo, atau Pekalongan, nama batik Lasemmemang belum terlalu menonjol. Namun jangan salah, keindahan batik Lasem begitu memikat.
Mau tahu lebih detil tentang batik Lasem? Simak yuk, beberapa uraian di bawah ini:

Sejarah batik Lasem

Menurut Babad Lasem karangan Mpu Santri Badra, keberadaan batik di Lasem bermula dari kedatangan Laksaman Cheng Ho pada tahun 1413 M. Anak buah Cheng Ho bernama Bi Nang Un turut menetap di Lasem bersama istrinya, Na Li Ni. Nah, dari kepiawaian tangan Na Li Ni inilah tercipta berbagai kain batik yang menjadi cikal bakal keberadaan batik Lasem.
Masa kejayaan batik Lasem terjadi pada abad ke-19. Pada masa itu, hampir setiap orang keturunan Tionghoa menjadi pengusaha batik. Di rumah-rumah mereka, batik diproduksi. Mereka merekrut penduduk sekitar untuk menjadi pengrajin.
Pengrajin batik pun semakin kreatif menciptakan motif-motif baru. Mereka merespon situasi yang terjadi. Semisal, ketika Daendels memperkerjakan rakyat untuk membuat jalan raya, terciptalah motif kricakan, atau watu pecah.
Namun, masa kejayaan tersebut mulai pudar di era 1950-an. Kondisi politik yang tidak berpihak pada etnis Tionghoa membuat banyak pengusaha batik gulung tikar

Motif Batik Lasem

Pengaruh budaya Tionghoa terlihat jelas pada motif burung Hong, banji, bunga seruni, dan liong. Motif-motif itu dicipta oleh Na Li Ni dan menjadi ciri yang sangat khas dan unik dari batik Lasem hingga saat ini.
Kisah percintaan Sam Pek Eng Tay, alias legenda klasik dari Negeri Cina, juga pernah menjadi motif yang cukup populer pada batik Lasem.
Selain motif-motif tersebut, terdapat beberapa nama motif batik Lasem yang terkenal, seperti motif Watu Pecah, Naga Kricak, Ceplok Piring, Sekar Jagat, Kawung Lerek Sekar paksi, serta Terang Bulan.
Batik Lasem juga mendapat pengaruh dari motif batik Solo dan Yogyakarta. Ornamen kawung dan parang kerap ditemui dalam batik Lasem
Warna
Warna paling menonjol pada batik Lasem dan menjadi ciri khas yang jarang ditemui pada batik dari daerah lain adalah warnanya. Merah, menyerupai warna darah ayam.
Selain itu, warna batik Lasem didominasi warna khas pesisir yaitu kombinasi merah, kuning, biru, dan hijau
Sentra Batik Tulis Lasem
Sebanyak 1.175 unit usaha batik tulis tersebar di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Lasem dan Pancur, dengan kapasitas produksi nyaris menembus angka 40.000 potong per tahun.
Jika tak punya cukup waktu untuk menjelajahi satu persatu tempat workshop pengrajin, datang saja ke Show Room Batik Tulis Lasem Kabupaten Rembang yang terdapat di Jl. Raya Kecamatan Lasem. Menempati bekas kantor kecamatan Lasem, aneka batik produksi pengrajin Lasem dipamerkan dan dijual.

BATIK JOGJA



BATIK YOGYA
Seni batik sudah sangat mengakar di Yogyakarta. Oleh karena itu, layaklah Yogyakarta disebut sebagai kota batik. Nah, berikut ini sekelumit dari fakta-fakta yang perlu kamu ketahui tantang batik Yogya.

Sejarah Batik Yogya
Cikal bakal batik Yogya bermula pada abad ke-18, tepatnya tahun 1755 saat kerajaan Mataram terbelah dua berdasar Perjanjian Giyanti. Pangeran Mangkubumi membawa banyak kain-kain batik dari Kasunanan Solo ke kerajaan barunya, yaitu keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kain-kain itu menjadi motif dasar dari motif batik Yogya.
Batik Yogya berkembang di dalam lingkungan keraton. Para putri keraton dibantu oleh para abdi dalem yang mengerjakannya. Pemakai batik di lingkungan keraton semakin banyak, sehingga Seiring perkembangan zaman, tradisi membatik keluar juga dari lingkungan keraton.
  Motif Batik Yogya
Ada sekitar 400-an jenis batik Yogya. 350 di antaranya telah dipatenkan. Motif sebanyak itu membuktikan bahwa batik di Yogyakarta sangat potensial sebagai ikon budaya.
Ada pun motif-motif batik Yogya yang klasik di antaranya adalah motif parang, motif geometri, motif banji, motif tumbuhan menjalar, motif tumbuhan air, motif bunga, motif satwa, dan lain-lain.
Motif Batik Yogya tidak sembarang motif. Setiap motif yang tergores di atas batik sarat akan filosofi. Misalnya, Sido Asih bermakna si pemakai selalu diliputi kasih sayang dalam berumah tangga. Truntum berarti cinta yang bersemi. Ratu Ratih dan Semen Roma melambangkan kesetiaan seorang isteri. Dan masih banyak lagi.
Warna Khas Batik Yogya
Warna batik Yogya dominan warna alam dan cenderung gelap. Ada dua macam warna latar kain batik Yogyakarta, yaitu hitam dan putih (mori). Warna ragam hias pada batik Yogyakarta umumnya putih, biru tua kehitaman, dan coklat soga. Sementara itu, sered atau pinggiran kain diusahakan tidak kemasukan soga atau pewarna. Oleh sebab itu, pinggiran batik Yogyakarta berwarna kain latar.
Sentra Kerajinan Batik
Sentra kerajinan batik yang paling terkenal di Yogyakarta adalah Desa Wukirsari di Bantul. Desa Wukirsari merupakan gabungan Sesa-desa kecil yaitu Desa Pucung, Singosaren, Giriloyo, dan Kedugbuweng. Peduduk desa-desa itu mempunyai keahlian yang berbeda-beda. Penduduk Giriloyolah yang mahir membatik. Batik halus G iriloyo sangat terkenal kualitasnya.
Toko dan Pasar Batik
Mudah untuk menemukan batik di kota Yogyakarta. Berbagai toko batik bertebaran di seantero kota. Di pasar tertentu atau di tempat pariwisata pun dapat ditemukan beberapa kios penjual batik.
Tapi jika tak ingin bingung dan menghabiskan waktu berpindah dari toko satu ke toko lain yang letaknya berjauhan, pergi saja ke malioboro. Sepanjang jalan Malioboro, terdapat banyak toko batik. Batik berharga murah sampai yang ekslusif dapat kamu temukan di sepanjang Malioboro. Belum puas? Masuk saja ke pasar Beringharjo. Gairahmu untuk berbelanja batik akan termanjakan di dalam pasar.
Nah, itu dia serba-serbi tentang batik Yogya yang perlu kamu ketahui. Ingin tahu lebih banyak? Bertamasya ke Yogya sekaligus kursus singkat membatik mungkin bisa menjadi agenda liburanmu.

BATIK PEKALONGAN DAN BEBERAPA CIRI KHASNYA


Batik Pekalongan dan beberapa ciri khasnya

Batik pekalongan terkenal karena letaknya di pantai utara, menyebabkan motif dan desainnya banyak terpengaruh gaya batik pesisir. berikut beberapa gambaran motif motif menarik tersebut.
A. Batik Remukan
Motif batik terus berkembang. Batik dengan motif-motif baru, kadang dengan teknik pewarnaan yang melenceng dari pakem, dikenal dengan istilah batik kontemporer.
Di Pekalongan, kini dikenal istilah batik remukan. Disebut batik remukan, karena pada proses pewarnaan, kain diremes, atau diremuk. Hasilnya, terdapat garis-garis atau pecahan tak beraturan pada kain.
B.      Batik Jlamprang
Salah satu motif batik yang populer di Pekalongan adalah motif Jlamprang. Motif ini mengedepankan prinsip-prinsip grafis-geometris. Motif ini merupakan pengembangan dari motif kain Potola dari India. Motif ini mengadaptasi bentuk bintang atau arah mata angin yang ujung-ujungnya membentuk pola segi empat.
Sentra kerajinan batik Jlamprang berada di kampung Krapyak lor dan kidul, Pekalongan. Nama Jlamprang bahkan diabadikan menjadi nama sebuah jalan.

Pesona Warna Batik Pekalongan

Bicara tentang warna, batik Pekalongan juaranya. Batik Pekalongan memang terkenal luwes dan dinamis. Kombinasi warna-warna terang dalam satu kain memang menjadi ciri khas batik pesisir ini. Bahkan, dalam satu kain bisa saja terdapat perpaduan delapan macam warna.
Dengan warna-warna yang mencolok, batik Pekalongan disukai banyak kalangan, termasuk kaum muda.

Batik Nan Dinamis
Batik Pekalongan relatif lentur dalam mengikuti perkembangan zaman. Ketika Indonesia berada di bawah kekuasaan Jepang, lahirlah batik Jawa Hokokai dengan motif dan warna yang berkiblat pada kimono Jepang.
Peristiwa politik pun dijadikan kreasi motif batik. Peristiwa Tritura di tahun 60-an misalnya. Yang sempat booming pada tahun 2005 setelah pelantikan presiden SBY, adalah motif SBY, berupa corak yang mirip tenun ikat.

Sejarah Batik Pekalongan
Diperkirakan, batik sudah ada di Pekalongan pada tahun 1800. Namun, batik Pekalongan berkembang pesat pada rentang waktu 1825-1830 setelah perang Diponegoro berakhir.
Para keluarga keraton Mataram banyak yang migrasi ke daerah-daerah, salah satunya Pekalongan. Atas sumbangsih merekalah, batik Pekalongan semakin berkembang.
Pendatang dari berbagai negeri seperti Cina, Jepang, Belanda, Arab, dan India, juga mempengaruhi motif serta warna batik Pekalongan.

Jumat, 23 November 2012

BATIK PEKALONGAN



BATIK PEKALONGAN

Keindahan Batik Pesisir

Batik Pekalongan merupakan salah satu primadona bagi pecinta batik. Apa saja sih, yang membuatnya diminati banyak orang? Simak deh 4 hal di bawah ini, dijamin membuat kamu semakin tertarik dengan batik dari daerah pesisir ini.


 

1. Warna batik Pekalongan

Urusan warna, batik Pekalongan terkenal sangat berani memadukan berbagai warna. Selembar kain batik sangat kaya komposisi warna. Jangan heran kalau kamu bisa menemukan 8 macam warna dalam satu kain.
Hm, terkesan meriah? Justru di situ keunggulan batik Pekalongan. Kombinasi warna yang cukup berani membuat batik Pekalongan sangat cocok dijadikan busana untuk anak-anak, sampai dewasa.

2. Motif batik Pekalongan

Motif batik Pekalongan sangat khas daerah pesisir, yaitu ditemuinya gambar-gambar binatang dan tumbuhan laut. Selain itu, motifnya sangat dipengaruhi oleh budaya Demak yang kental akan nuansa Islam, dipadu dengan budaya yang dibawa oleh para pendatang ke daerah ini.
Banyaknya pedagang yang datang ke Pekalongan membuat pembatik bisa menerima berbagai motif dan warna. Ya, pembatik di daerah Pekalongan bersikap sangat welcome dengan pengaruh luar. Itu yang membuat perkembangan motif batik Pekalongan begitu dinamis.
Misalnya saja, banyaknya pendatang Cina bisa dilihat dari adanya motif burung Hong pada batik Pekalongan. Peristiwa politik seperti tritura atau diangkatnya Susilo Bambang Yudiyono sebagai presiden juga melahirkan motif baru pada batik Pekalongan
3. Sentra Perdagangan Batik Pekalongan
Tidak sulit untuk berburu batik di kota Pekalongan. Kota ini memang patut dijuluki sebagai kota batik. Di mana-mana, di setiap sudut kota, berderet toko yang menjual aneka batik Pekalongan.
Tapi jika ingin menuju pusat perdagangannya langsung agar lebih banyak pilihan, datang saja ke Pasar Grosir Setono. Pasar yang terletak di jalan utama kalur Pantura, yang berbatasan dengan kota Batang ini tak pernah sepi pengunjung. Para pelancong dari luar kota yang melintasi Pekalongan umumnya mampir ke pasar ini untuk berbelanja batik.
Ya, pasar grosir batik Setono memang menggoda. Dari jalan, terlihat jelas warna-warni batik Pekalongan melambai, seolah menyuruh pengguna jalan untuk mampir berbelanja.

Batik Pekalongan dan beberapa ciri khasnya

Batik pekalongan terkenal karena letaknya di pantai utara, menyebabkan motif dan desainnya banyak terpengaruh gaya batik pesisir. berikut beberapa gambaran motif motif menarik tersebut